Teheran (KABARIN) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai perundingan nuklir antara Teheran dan Washington terhambat karena tuntutan Amerika Serikat yang dianggap berlebihan dan adanya "tembok kesangsian" dari pihak Barat.
Pezeshkian menegaskan Iran tidak berminat memiliki senjata nuklir dan siap menjalani verifikasi terkait hal itu.
"Kami meyakini bahwa masalah kawasan ini hanya dapat diselesaikan oleh negara-negara di kawasan ini, bukan negara asing," katanya sambil menegaskan Iran tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan atau agresi.
Selain itu, Pezeshkian menekankan Iran tetap menjalankan jalur diplomasi dengan serius dan aktif berinteraksi dengan negara-negara Asia Barat untuk menjaga perdamaian regional.
Terkait kerusuhan baru-baru ini di dalam negeri, Pezeshkian mengatakan pemerintahannya menaruh fokus penuh pada penyelesaian masalah rakyat Iran dan menekankan pentingnya persatuan internal.
Ia juga menambahkan bahwa Iran harus memiliki akses ke pasar internasional, termasuk pasar negara Muslim dan negara tetangga, untuk mendorong pembangunan ekonomi dalam negeri.
Iran juga terus memperkuat hubungan melalui kontrak dan perjanjian baik di tingkat regional maupun internasional, ujar Pezeshkian.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026